Blog
 

Tenda untuk Korban Banjir

Januari 28, 2012 - 0 Comments

Banjir yang baru-baru ini terjadi di Propinsi Banten akan dijamin pemerintah melalui berbagai bantuan yang siap disalurkan.

Bantuan yang diberikan merupakan tanggap darurat, selanjutnya bantuan diberikan secara intens agar korban banjir kembali hidup normal. Hal ini disampaikan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri saat mengunjungi korban banjir di Kampung Undar Andir, Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Senin (16/1).

Rombongan Mensos tiba sekira pukul 15.00 WIB dan mengunjungi ma­syarakat sekira 36 menit. Mensos mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) membawa delapan truk bantuan makanan, minuman, tenda, dan selimut untuk korban bencana ban­jir di Banten. Dia harap, bantuan tang­gap darurat yang diberikan kepada masyarakat dapat mengurangi pen­de­ritaan warga korban banjir. “Bantuan yang kita berikan cukup banyak. Bantuan ini merupakan bantuan tanggap darurat bagi korban bencana banjir di Banten,” jelas Salim. Kata dia, warga korban banjir yang ter­serang penyakit penanganannya di­serahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemkab. Mensos berharap tidak ada korban bencana banjir yang te­lantar karena tidak mendapatkan ban­tuan. “Bila perlu kita berikan jaminan kehidupan bagi masyarakat korban ban­jir agar mereka bisa melanjutkan hidupnya dengan normal kembali,” te­gas menteri asal PKS ini. Bantuan yang diserahkan Mensos di an­taranya 10 tenda pengungsi, 16.500 kilo­gram beras, 5 unit tenda dapur umum, 1.000 matras, pakaian, dan se­jumlah kebutuhan pokok lain. Ber­da­sarkan data di Kementerian Sosial, banjir yang melanda Banten merupakan akibat dari meluapnya sejumlah sungai sejak Jum­at (13/1).

Setidaknya ada sebanyak 13.755 rumah warga yang tersebar di 97 desa yang terendam banjir. Selain me­rendam ribuan rumah warga, banjir juga merendam sekira 2.300 hektare sa­wah dan 250 hektare tambak di Ka­bupaten Serang. Pemprov Banten juga menyerahkan bantuan kepada korban banjir. Tercatat ada dua truk bantuan yang akan di­dis­tribusikan Pemprov Banten untuk dua lokasi banjir, yakni di Kecamatan Kra­gilan, Kabupaten Serang dan di Ke­camatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Bantuan yang diserahkan Pemprov Ban­ten berupa beras, mi instan, pakaian, dan kebutuhan alat rumah tangga. Gubernur mengatakan, untuk meng­an­tisipasi banjir dalam jangka panjang,

Pem­prov Banten akan segera ber­ko­or­dinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) untuk bisa mem­per­cepat proses pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak. “Keberadaan Waduk Karian tentunya diharapkan akan mampu mengantisipasi banjir seperti ini. Karena nantinya bisa menam­pung aliran air dari Sungai Ciujung dan Cidurian dengan kapasitas yang lebih be­sar,” ungkap Gubernur. Sedangkan untuk penanganan banjir di sejumlah kecamatan di Pandeglang, Pemprov Banten sedang berupaya mem­bangun sodetan Sungai Cilemer yang ren­cananya bisa selesai tahun ini. Pan­tauan di lokasi pasca-banjir di Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Ka­bu­paten Serang, warga yang sebelumnya me­nginap di sepanjang jalan tol di kilo­meter 57-58 sudah kembali ke rumah­nya masing-masing. Namun demikian, kondisi jalan tol dan lingkungan rumah warga masih kotor dan banyak genangan air. “Banjir saat ini hampir sama dengan yang terjadi 10 tahun lalu. Mudah-mudahan tidak terulang lagi,” ungkap Gubernur. Kemarin, masyarakat sibuk membersih­kan rumah dari lumpur yang terbawa ban­jir. Setelah dua hari terendam banjir, kini rumah warga di Undar Andir dan desa lainnya di Kragilan sudah terbebas dari genangan air. Dalam kondisi badan yang lelah dan letih setelah mengungsi di bahu jalan tol hingga Senin (16/1) pukul 10.00 WIB, warga fokus mem­ber­sihkan rumah dan lingkungannya masing-masing. Dari pengakuan warga, bantuan yang diberikan pemerintah dalam bentuk makanan, minuman, dan selimut sudah cukup. Namun, saat ini warga masih meng­harapkan bantuan air bersih, karena listrik yang digunakan untuk me­nyedot air melalui jet pump masih mati. Percepat Pembangunan Waduk Karian Untuk mengatasi banjir yang terjadi akibat luapan air Sungai Ciujung, Kemen­terian Pekerjaan Umum (PU) berencana akan mempercepat pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak. Pem­bangunan Waduk Karian diyakini me­minimalisasi banjir luapan air Sungai Ciujung hingga 50 persen. Pernyataan itu disampaikan Wakil Men­teri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dakdak saat berkunjung ke Bendung Pamarayan didampingi Asda II Pemprov Banten Saleh MT, Kepala DPU Serang Ira­wan Noor, dan sejumlah pejabat Balai Besar dan Pemprov Banten. Hermanto Dakdak tiba di Bendung Pamarayan pukul 16.30 dan langsung melakukan pe­ninjauan ke Bendung Pamarayan. Dia berdiskusi dengan petugas pengelola ben­dungan dan Kepala DPU Serang terkait dengan kondisi bendungan. Wa­men PU Hermanto Dakdak me­nga­ta­kan, banjir yang terjadi selama tiga hari aki­b­at luapan Sungai Ciujung menjadi per­hatian serius pihaknya. Atas dasar itu, dia langsung turun ke la­pangan untuk me­ninjau kondisi Sungai Ci­ujung dan Ben­dung Pamarayaan. Se­belum ke Pama­rayan, Hermanto juga me­ngunjungi korban banjir di Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan. “Salah satu upaya yang akan dilakukan Ke­men­terian PU yaitu mem­per­cepat proses pem­bangunan Waduk Karian. Jika Waduk Karian sudah dibangun, saya yakin dapat mencegah banjir karena air dari Sungai Ci­berang tertahan di waduk tersebut dan beban Bendung Pamarayan bisa ber­­kurang,” jelasnya. Dia menginformasikan, sebagai bentuk komitmen kementerian PU, tahun ini proses tender dan pembangunan fisik Waduk Karian akan dilaksanakan. “Ter­kait pembebasan lahan yang lamban, saya akan dorong supaya dapat cepat dilakukan,” ungkapnya. Selain menawarkan solusi mempercepat pembangunan Waduk Karian, Hermanto juga berjanji akan melakukan normalisasi Sungai Ciujung. “Kita upayakan peme­li­haraan jalur sungai dan jaringan irigasi lebih diintensifkan agar dampak banjir dapat diminimalisasi,” tegasnya. Ditemui di Bendung Pamarayan, Asda I Pemkab Lebak Haryono menyatakan, pro­ses pembebasan lahan Waduk Karian sedang berjalan. Sekarang, panitia sem­bilan sudah tuntas melakukan pe­ngu­kuran terhadap lahan bakal Waduk Ka­rian. Total luas lahan yang sudah dibe­baskan diperkirakan mencapai 200 hektare. Kerugian Capai Miliaran Bencana banjir yang terjadi hingga menutup akses Tol Tangerang-Merak se­lama dua hari ini membuat kerugian di kalangan dunia usaha. Ditaksir ke­ru­gian mencapai miliran rupiah akibat dis­tribusi barang terlambat, kerusakan pada mesin operasional dan terganggunya kinerja karyawan. Menurut Ketua Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis) Suhandi Sutanto, Tol Serang-Merak merupakan satu-satunya akses yang rasional untuk dunia bisnis. “Makanya kalau akses tol ter­tutup karena banjir sudah pasti ke­rugian besar dialami dunia usaha. Kita belum bisa memastikan tapi diperkirakan men­capai miliaran rupiah,” kata Suhandi. Ditemui terpisah, Humas PT Marga Man­dalasakti (MMS) Indra Wijaya me­ngatakan, saat ini pihaknya juga sedang meng­inventarisasi kerugian yang diderita. Meski nilainya belum diketahui pasti, na­­mun diperkirakan mencapai miliaran ru­piah. “Kerusakan banyak terjadi di be­­berapa pembatas jalan yang diakibat­kan ter­perosoknya kendaraan. Selain itu, ker­usakan aspal jalan sangat mungkin terj­adi termasuk penurunan kontur ta­nah yang bisa berimbas pada kerusakan ja­lan,” ungkapnya

tenda,tenda pengungsi,tenda dapur,tenda peleton,tenda pleton,banjir,korban banjir,banjir 2012,tenda banjir

Incoming search :

banjir di desa undar - andirbantuan tendakondisi banjir di kecamatan serang banten

About

Leave a Reply